Foto : Kendaraan takxi terbang dan model 184 merupakan pintu gerbang perusahaan untuk masuk ke jasa transportasi penerbangan perkotaan.

Taksi Terbang China Berambisi Rambah Dunia

mufid | Jumat , 17 Februari 2017 - 16:09 WIB

Publicapos.com - Produsen drone China, Ehang, juga sudah menguji coba taksi terbangnya di Amerika Serikat. Pada Mei 2016, otoritas transportasi Nevada, Amerika Serikat, mengumumkan kerja sama dengan Ehang.
 
Namun belum diketahui kapan kerja sama itu akan ditindaklanjuti dengan pengoperasian unit. Ehang termasuk perusahaan yang sudah sejak lama mengembangkan kendaraan terbang dan model 184 merupakan pintu gerbang perusahaan untuk masuk ke jasa transportasi penerbangan perkotaan. 
 
Upaya untuk meyakinkan para stakeholders terus dilakukan karena taksi terbang merupakan sesuatu yang sangat baru. Ehang 184 tidak bisa dikendalikan secara langsung, melainkan rutenya sudah ditentukan sejak sebelum lepas landas. 
 
Karena itulah produsen menjamin keamanan perjalanan kendaraan berkasitas satu orang ini. Semua rute perjanalan Ehang terpantau dalam air traffic control selama 24 jam, tujuh hari. 
 
Selain memastikan taksi terbang itu sampai ke tujuannya, hal ini juga untuk menjamin tidak ada tabrakan antara satu taksi dengan yang lainnya. Apalagi kini penggunaan drone sebagai alat transportasi logistik mulai marak dilakukan. 
 
"Sudah menjadi tujuan hidup saya merealisasikan transportasi udara perkotaan yang cepat, lebih mudah, dan lebih nyaman dari sebelumnya. Ehang 184 merupakan solusi bagi banyaknya tantangan industri transportasi yang efisien, aman, dan ramah lingkungan," kata CEO Ehang, Huazhi Hu. 
 
Ia pun yakin Ehang 184 akan memberikan dampak global yang besar bagi puluhan industri jasa transportasi. Ehang bekerja sama dengan Badan Transportasi dan Jalan Dubai, Uni Emirat Arab, akan mengopersikan model 184 pada Juli mendatang, bersamaan dengan acara World Government Summit. 
 
Seperti memesan taksi ojek atau taksi online, taksi terbang ini dipesan melalui aplikasi smartphone. Tujuan dari konsumen bisa diketahui dari aplikasi itu.(mfd)


Power Steering Bermasalah, Mercedes-Benz Tarik 39.000 Mobil Impor di China

Wah, ada angkutan baru di Ibukota Jakarta

AC Mobil Jadi Tak Dingin, Ini Penyebabnya