Foto : ils/PMII.

Dinda Asri, Kader PMII UB Sabet Juara di Harvard University

haidir | Senin , 20 Februari 2017 - 21:32 WIB

Publicapos.com - Dinda Asri, salah seorang kader PMII UB ini telah berhasil menorehkan keberhasilan dengan menjadi juara di kompetisi Harvard National Model United Nations yang ke-63. Acara ini bertempat di Boston, Amerika Serikat.
 
Dalam kompetisi yang diikuti oleh ratusan delegasi Universitas dari berbagai Negara itu dirinya membawa Social Venture Challenges on Resolution Project atau project teknologi terbarukan berupa Dental Magic Box (Dentmox).
 
“Project itu ditujukan lebih kepada bidang medis untuk para dokter gigi,” ujar Dinda kepada PMII Publicapos.com melalui pesan WhatsApp nya, Senin (20/2/2017).
 
Keresahannya akan kondisi kesehatan di Indonesia yang masih timpang menjadi satu alasan mengapa akhirnya dirinya bersama dua orang temannya maju dalam kompetisi ini. 
 
“Di daerah-daerah pelosok masih sangat banyak yang belum terjamah oleh adanya fasilitas dokter gigi ini yang dikarenakan oleh beberapa faktor,” ujar gadis yang murah senyum ini.
 
Dalam kompetisi tersebut, Dinda bersama tim membawa prototype yang dipertunjukkan di depan dewan juri.
 
“Kami membuat prototype ini karena proses pembuatan alat projectnya memang memakan waktu dan biaya yang tak sedikit, jadi untuk menuju hasil akhir masih ada beberapa uji lab dulu untuk memastikan alatnya berfungsi atau tidak,” jelas mahasiswi 23 tahun tersebut..
 
Selain itu, dia menambahkan. Manfaat dari alat medis tersebut, tidak selalu harus bersentuhan langsung dengan objeknya, namun dapat melalui berbagai media salah satunya penciptaan teknologi yang memudahkan profesi dokter gigi. ujarnya kepada Publicapos.com
 
“Jadi, target utama kita kedepan adalah berharap semoga dengan alat ini bisa menjangkau daerah rural dan terpencil sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat bisa dimaksimalkan, utamanya masyarakat yang jarang tersentuh oleh pemerintah” pungkasnya.
 
Perlu diketahui bahwa kompetisi ini sudah menjadi ajang tahunan Harvard University. Sementara Universitas Brawijaya selama ini tercatat sudah empat kali mengikuti kompetisi tersebut dan berhasil menyumbangkan juara pada tahun keempat.
 
Saat ini. Menurut penuturannya, ia masih berada di Washington, Amerika Serikat bersama dua anggota timnya, untuk mengikuti rangkaian acara selanjutnya.


Kerjasama dengan Rusia, Arab Saudi Antisipasi Penyebaran Ideologi Kebencian

Trump tak Dukung Solusi Dua Negara, Garis Keras Israel Senang

Ulama Irak Peringatkan AS Tidak Pindahkan Kedutaan ke Yerusalem