Foto : Polri dan Bawaslu koordinasi tertibkan spanduk provokatif

Polri dan Bawaslu Koordinasi Tertibkan Spanduk Provokatif

Ant | Kamis , 16 Maret 2017 - 12:52 WIB

Publicapos.com- Polri berkoordinasi dengan Badan Pengawas Pemilu untuk menurunkan sejumlah spanduk bernada provokatif yang menyatakan menolak menshalatkan jenazah muslim yang mendukung Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki T. Purnama (Ahok).

Sejumlah spanduk bertuliskan "Menolak Menshalatkan Jenazah Bagi Pembela Penista Agama" terpasang di beberapa mesjid di Jakarta. "Kami kerja sama dengan Bawaslu karena sekarang masih masa Pilkada. Petugas akan menurunkan dan menyita seluruh spanduk yang berpotensi memecah belah, menganggu Pilkada," kata Kadivhumas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar di Jakarta, Kamis (16/3/2017).

Pihaknya pun mengimbau masyarakat agar tidak memanfaatkan situasi dengan memasang spanduk provokatif yang menimbulkan permusuhan. "Kita utamakan pencegahan. Hindari provokasi, jangan ada permusuhan di tengah masyarakat," katanya.

Sementara Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan pemasangan spanduk yang mengimbau warga tidak menyalatkan jenazah warga Muslim tertentu memicu perpecahan dalam masyarakat.

"Spanduk-spanduk di sejumlah rumah ibadah kita, tidak menyalatkan jenazah tertentu meski sesama Muslim, menimbulkan polarisasi tajam di tengah masyarakat," kata Lukman.


Sidak ke Kelurahan Cikini, Anies: Bukan Cari Masalah

NU Berharap Gubernur Anies Baswedan Bisa Membuat Santri di Jakarta Menjadi Lebih Maju

Sandiaga Berkukuh Hentikan Proyek Reklamasi

Kawal Program Kerja, Anies-Sandi Gandeng Kejati DKI