Foto : ils/TA

Gus Anton Tekankan Komitmen Kebangsaan Pada Generasi Muda

Haidir | Minggu , 11 Juni 2017 - 16:41 WIB

Publicapos.com - Kebhinekaan di Indonesia akhir akhir ini sepertinya sedang diuji. Sebab, banyak sekali ujaran sara dan kebencian yang diumbar dalam media sosial (medsos) antar umat bergama dan juga suku. Bahkan, ada golongan yang tidak terima hingga melakukan intimidasi bahkan persekusi pada pelaku ujaran kebencian melalui jalur hukum.

Merespon hal tersebut, Keluarga Alumni Mahasiswa Bidikmisi (KAMABI)  bekerjasama dengan Keluarga Besar Mahasiswa Bidikmisi (KBMB) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan Seminar Nasional bertemakan Mempererat Kebhinekaan sebagai Identitas Bangsa untuk mewujudkan generasi Muda Yang Toleran dalam rangka kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), di Gedung C UIN Maliki Malang, Minggu (11/6).

Plt Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof Dr Mudjia Rahardjo mengungkap, Indonesia ini termasuk negara yang paling plural di dunia. Jumlah sukunya, bahasanya, bangsanya ada ratusan juga ada beragam agama. Selain itu, wilayah di Indonesia juga terpisah-pisah oleh lautan, bahkan sebagian besar wilayahnya adalah laut. Oleh sebab itu, mempererat kebhinekaan dan memegang teguh panacasila di Indonesia itu menjadi suatu keharusan. "Pancasila itu ideologi bangsa yang benar benar ampuh bukan? Kalau tidak Indonesia sudah terpecah menjadi puluhan negara bagian," bebernya.

Memegang pancasila berarti sama dengan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Selanjutnya kata Prof Mudjia, menjaga NKRI sama dengan merawat peninggalan ulama. "Menjaga NKRI ini sama dengan bakti dengan ulama. Karena dibalik kemerdekaan ini ada perjuangan ulama luar biasa," paparnya.

Prof Mudjia juga mendorong mahasiswa untuk bersama menjaga NKRI dan pancasila sebagai ideologi. "Dengan berpegang pada pilar pilar bangsa itu, kita bisa hidup lebih toleran berdampingan," jelasnya.

Sementara itu, Anggota MPR RI yang sekaligus anggota DPD RI Dapil Jawa Timur (Jatim) Abdul Qadir Amir Hartono yang juga sebagai pemateri utama, menekankan pada generasi muda untuk memiliki komitmen menjaga pancasila. Sebab pancasila itu lengkap dan menjadi sumber dari berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini. ”Komitmen itu harus dibuktikan dengan tindakan yang nyata,” bebernya.

Jangan sampai komitmen lewat mulut saja. Gus Anton-sapaan akrabnya menekankan, aksi nyata yang perlu dilakukan. Misalnya dengan menghormati kesenian lokal dan melestarikannya. ”Kalau generasi muda sudah tidak melestarikan budaya lokalnya, maka gerakan yang merongrong toleransi dalam memegang erat kebhinekaan terancam,” pungkasnya.

Sekretaris Jendral (Sekjend) KAMABI, Kisno Umbar menyatakan, seminar nasional itu memang sengaja diadakan untuk menyegarkan pemahaman tentang pancasila lebih dalam sebagai ideologi bangsa. Sebab, sekarang banyak serangan dari beberapa golongan untuk melemahkan pancasila. "Kami harapkan dengan seminar nasional itu, akan membuka wawasan mahasiswa Bidikmisi lebih luas terkait dengan ideologi bangsa," tutupnya.

 

 


Duuhhh... Perlombaan Panjat Pinang HUT Ke-72 RI Makan Korban Jiwa

Prof Haris: HUT RI KE-72, Stop Saling Hina Mari Teguhkan Pancasila

Nasib Ridwan Kamil Belum Jelas di Pilgub Jabar

AMPPI Bantah Anggapan KPAI Soal Video Aksi Tolak Full Day yang Viral