Foto : Djarot Saiful Hidayat, Gubernur DKI Jakarta (Foto: istimewa)

Djarot Ragukan Rencana Pemindahan Ibu Kota RI

Adam | Senin , 31 Juli 2017 - 08:38 WIB

Publicapos.com – Wacana pemidahan Ibu Kota Republik Indonesia mendapatkan respon kurang baik dari Gubernur DKI Jakarta Djarot Siaful Hidayat. Dirinya mengkritik rencana tersebut, lantaran pemindahan ibu kota bukan persoalan yang sederhana. Butuh pendanaan yang besar.
 
”Memindahkan ibu kota tidak gampang, bukan hal yang sederhana,” ujar Djarot pada media saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (31/7/2017).
 
Dari pada memindahakan Ibu Kota RI ke daerah lain, menurut Djarot lebih baik DKI Jakarta dibenahi agar lebih layak menjadi ibu. Pihaknya pun sudah berupaya keras mengurai kemacetan lalu lintas yang benar-benar menjadi momok Ibu Kota. Misalnya dengan membenahi transportasi umum di Jakarta dan menyiapkan electronic road pricing (ERP) untuk mengurangi kepadatan kendaraan di Jakarta.
 
Silan itu juga banyak program yang sudah digalakkan untuk mengatasi kemacaten, seperti diinstruksikan Presiden. "Upaya Integrasi antar-sistem transportasi sudah dilakukan, itu kan perintah Presiden, baik itu antara commuter line, Transjakarta, LRT (light rail transit), MRT (mass rapid transit)," imbuh Djarot.
 
Djarot mengatakan integrasi transportasi bahkan dilakukan sampai ke daerah penyangga dengan memanfaatkan integrasi sistem transportasi.
 
"Saya pikir kalau kita konsisten seperti ini, maka menurut saya, ngapain ibu kota negara dipindah?" ujar Djarot.
 
Sementara itu, saat ini Pemerintah pusat tengah mengkaji rencana pemindahan Ibu Kota RI dari Jakarta ke daerah lain. Rencananya pemindahan pusat administrasi pemerintahan ditargetkan mulai 2018 atau 2019. 


Anis Ajak FPI Jaga NKRI

Ujianto Singgih: Pemrov DKI Perlu Design Parkir Terintegrasi

Peserta CFD Dapat Buah Gratis Dari Menpan

Pemprov DKI akan Naikan Tarif Parkir Jadi Rp. 50.000?