Foto : ilustrasi

Inilah 12 Nama Jemaah RI Meninggal di Saudi

Kis | Selasa , 08 Agustus 2017 - 03:54 WIB

Publicapos.com – Akibat suhu ekstrim dan kesehatan yang menurun, hingga Senin kemarin (7/8/2017) terdata 12 jamaah haji meninggal di Saudi. Sebagian besar yang meninggal dikarenakan serangan jantung dan serta ada pula sesak nafas.
 
Berikut data jemaah meninggal di Madinah sejak awal pemberangkatan hingga hari ini:
 
1. Umi Nadiroh Yunus Husen (SUB 05/Embarkasi Surabaya), meninggal di RS Al Ansaar karena serangan jantung pada Senin, 31 Juli 2017.
 
2. Agus Salim Mulia Siregar (MES 02/Embarkasi Medan), meninggal karena trauma pada tulang leher akibat terjatuh di halaman Masjid Nabawi pada Selasa, 1 Agustus 2017.
 
3. Indriyani Wahadi Wiyono (SOC 02/Embarkasi Solo), meninggal di RS Al Ansaar karena penyakit jantung Rabu, 2 Agustus 2017.
 
4. Sukamto bin Sudarman Muryadi (JKS 16/Embarkasi Jakarta-Bekasi), meninggal di RS Al Ansaar, karena serangan jantung pada Kamis, 3 Agustus 2017 
 
5. Hadiarjo Singarejo Singaleksana Kasenet bin Singarejo Kasenet (SOC 01/Embarkasi Solo), wafat di hotel karena serangan jantung pada Kamis, 3 Agustus 2017 jam 13.00 WAS.
 
6. Ilebbi binti Jinatta Lepu (UPG 08/Embarkasi Makassar), meninggal di pelataran Masjid Nabawi karena serangan jantung pada Kamis, 3 Agustus 2017 jam 16.16 WAS.
 
7. Sarnata Sarun (JKG 05/Embarkasi Jakarta-Pondok Gede), meninggal di hotel karena serangan jantung pada Kamis, 3 Agustus 2017 pukul 20.00 WAS.
 
8. Amnah Hasri Husin binti Husin (MES 02/Embarkasi Medan), meninggal karena serangan jantung pada Jumat, 4 Agustus 2017 pukul 03.00 WAS.
 
9. Supono Suseno Satari (SUB 07/Embarkasi Surabaya), meninggal di halaman Masjid Nabawi karena serangan jantung pada Sabtu, 5 Agustus 2017.
 
10. Mudjiono Sukibat (SUB 08/Embarkasi Surabaya), meninggal di hotel karena serangan jantung pada Sabtu, 5 Agustus 2017.
 
11. Diah Rialati Kasbullah (SOC 05/Embarkasi Solo, meninggal di RS Al Ansaar karena sakit pernapasan pada Senin, 7 Agustus 2017.
 
12. Samidi Ciro Sentono (BTH 08/Embarkasi Batam), meninggal di RS King Fahd karena serangan jantung pada Senin, 7 Agustus 2017
 
Ketua Seksi Tim Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja (Daker) Mekah Dokter Yanuar Fajar memberikan beberapa imbauan jemaah haji Indonesia menjaga kesehatan. Sebab Mekah sedang mencapai puncak musim panas. Suhu rata-rata di Kota Mekah berkisar 44-49 derajat Celsius pada siang hari.
 
"Memakai alat pelindung panas dan pelindung kaki karena cuaca ekstrem. Hati-hati bisa melepuh terutama penderita diabetes bisa terasa kaki melepuh. Ini karena ada jemaah yang biasa suka tidak pakai sandal," pesannya Yanuar di Mekah, Sabtu 5 Agustus 2017.
Selain itu, jemaah harus istirahat cukup serta jangan menahan diri jika ingin buang air kecil.
 
"Jangan takut buang air kecil," imbuh dia.
Lalu yang tak kalah penting adalah tidak sering melakukan umrah di siang hari. Hal ini untuk menjaga kondisi tubuh jemaah calon haji agar tetap fit hingga puncak ibadah haji.
 
"Melakukan umrah jangan siang karena panas sekali, koordinasi dengan pembimbing ibadah. Apalagi wukuf (puncak ibadah haji) sebulan lagi jaraknya," imbau Yanuar.
 


Indonesia Dapat Jadi Inisiator di PBB Keluarkan Resolusi Soal Yerusalem

Bebas dari Hukuman Mati di Arab, Dua WNI Kembali ke Indonesia

Kerjasama dengan Rusia, Arab Saudi Antisipasi Penyebaran Ideologi Kebencian

Sekjen dan Anggota DK PBB Akui Peran Penting Indonesia Atasi Krisis Kemanusiaan di Myanmar