Foto : Istimewa

FDS Bisa Berefek Buruk Pada Sosio Ekonomi Anak Didik

Rhr | Sabtu , 12 Agustus 2017 - 14:15 WIB

Publicaops.com- Kebijakan Full Day School mendapat tentangan dari Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Provinsi Lampung. Sekjen HIPSI Lampung Fathurrahman mengatakan FDS akan membunuh kreativitas dan life skill para generasi muda dalam bidang ekonomi dan kewirausahaan.

 
"Jangan latah menerapkan FDS, dan kepada sekolah yang terlanjur menerapkan ini jangan karena gengsi agar dianggap sebagai sekolah yang mampu melaksanakan kebijakan FDS. Ini bisa berefek buruk pada sosio ekonomi anak didik," kata Pria yang akrab dipanggil Ustadz Faun ini, di Pringsewu, Lampung, Sabtu (12/8/2017).
 
Selain kesempatan waktu yang dipangkas dan dibatasi untuk mengasah jiwa kewirausahaan, kebijakan FDS menurut alumni Pesantren Al-Falah Ploso Jawa Timur ini juga akan berdampak pada kondisi ekonomi masyarakat menengah kebawah.
 
"Banyak anak didik sepulang sekolah membantu ekonomi keluarganya seperti di bengkel, cetak batu bata atau kalau di perkotaan membuka distro dan rental komputer kecil-kecilan," bebernya.
 
Ia mengingatkan kemandirian hidup generasi muda khususnya dibidang ekonomi pada saat ini akan berpengaruh pada kemandirian bangsa di masa yang akan datang. Sehingga perlu dibuat kebijakan yang dapat menumbuhkan life skill dan kewirausahaan bukan malah menjadikan generasi muda malas bekerja.
 
"FDS tidak tepat diterapkan sebab akan membebani orang tua para pelajar. Sebagai contoh biaya uang saku akan bertambah padahal mayoritas orang tua berada pada kelas ekonomi menengah ke bawah, bila FDS diterapkan membengkak bisa dua kali lipat karena bertambahnya biaya bekal dan transportasi, tentu ini memberatkan," ujarnya. (rhr)


KPAI sangkal pernyataan Sitti Hikmawatty atas Nama Lembaga

Susanto: Internet Sangat Berpotensi Besar Tularkan Radikalisasi

Purisdiki: Kebijakan FDS Sama Seperti Orde Baru