Foto : Istimewa

Khofifah Contoh Menteri wanita di Negara Muslim Terbesar di Dunia

Rhr | Sabtu , 12 Agustus 2017 - 14:20 WIB

Publicapos.com-Khofifah Indar Parawansa yang kini menjabat sebagai Menteri Sosial dinilai berperan penting dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan sosial di Indonesia. Khofifah juga dianggap sebagai salah satu tokoh berpengaruh di Pemerintahan Jokowi - JK.

 
Demikian penjelasan media massa asal Amerika Serikat Bloomberg. Menurutnya, Khofifah merupakan simbol kesuksesan perempuan di kancah politik nasional. Pujian tersebut disampaikan lewat artikel yang diturunkan akhir Juli lalu berjudul "World's Biggest Muslim Country Puts More Women Into Senior Roles".
 
“Parawansa merupakan salah satu contoh menteri wanita di negara muslim terbesar di dunia. Ini merupakan contoh kesuksesan sebuah negara dalam memecahkan streotip gender dan agama,” kata artikel yang ditulis reporter Rieka Rahadiana, Molly Dai, and Karl Lester M Yap itu.
 
Bloomberg menceritakan sedikit perjalanan Khofifah yang cukup berani mengambil risiko. Saat Soeharto masih berkuasa, Khofifah yang masih berusia 32 tahun membacakan pidato yang sangat kontroversial di hadapan parlemen yang membuat kaget banyak pihak.
 
"Pidato tersebut cukup kontroversial sehingga suaminya khawatir akan keselamatannya," tulis kembali Bloomberg seperti dikutip dari Tribun News, Sabtu (12/8/2017).
 
Selain Khofifah, perempuan lain yang menempati jabatan strategis di pemerintahan Jokowi-JK yakni Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.
 
Bloomberg merilis data dari Inter-Parliamantary Union, dimana Indonesia merupakan negara paling tinggi rasio perempuan yang menjabat sebagai Menteri dari 10 negara yang memiliki populasi besar. Indonesia memperoleh angka rasio 26 persen, mengalahkan India (18 persen) dan Jepang (16 persen) dan negara berpenduduk terbesar di dunia, China (8 persen). (rhr)


KSAU: TNI AU investigasi pembelian heli AW-101

Presiden Jokowi Shalat Maghrib berjamaah di Ambon

Adian Napitupulu: SBY tidak perlu takut unjuk rasa mahasiswa