Foto : Ruchman Basori Ketua Kaderisasi PP Ansor (foto/istimewa)

Berjibun Kritik Terhadap NU, Bikin NU Besar

kis | Sabtu , 09 September 2017 - 10:37 WIB

NU  

Aku bertanya kepada temenku yg terkenal sangat kritis terhadap Nahdlatul Ulama (NU), Lembaga dan Banomnya. Kenapa kok sekarang kamu diam tidak lagi senyaring dulu? Temenku menjawab, sekarang ini sudah banyak yang mengkritisi organisasi yang didirikan para ulama ini. Bahkan lebih dari itu malah memojokkan, menjelekkan dan menghina NU dan institusi kekiaiannya. Hebatnya dilakukan tidak saja kalangan luar NU malah orang NU sendiri. Nyaris NU surplus kritik dan nyinyiran. 
 
Aku bilang, itu pertanda bahwa NU masih hidup dan terus bergerak semakin dewasa dan besar, karena tidak sepi dari kritik. Ribuan ormas di Indonesia nyaris tinggal nama dan baru kelihatan hidup pada saat muktamar dan kongres. Jadi kritik terhadap NU, pertanda NU banyak diperhatikan orang karena gerak  dan langkahnya mendatangkan manfaat. 
 
Memang akhir-akhir ini kelompok dan orang yang menghina dan memojokan bukan sekedar kritik, lumayan meningkat. Ajaran, tradisi dan amaliyahnya dikuliti oleh kelompok congkrang dan sumbu pendek. Komitmen kebangsaan dan pembelaannya terhadap Pancasila dan NKRI dilawan dan upayanya meramut kecintaannya terhada tanah air (wathoniyah) dan kemanusiaannya dengan non muslim dan yang minoritas dicap sebagai bagian dari prilaku kafir.
 
Para ulama dan kiainya dituduh kafir, sesat pikir dan liberal pun yang sudah wafat. Menjadi ledekan dan diviralkan di medsos tanpa tanayun. GP Ansor mendatangi orang-orang itu untuk meminta maaf lalu mereka mewek-mewek untuk diampuni.
 
Temenku yang intelek itu sekarang tidak lagi mengkritik NU lagi, karena di samping sudah terlalu banyak dan dia akan lebih fokus melihat dinamika organisasi yg didirikan oleh para waliyulloh ini. Aku hanya akan bekerja dan berkhidmah untuk NU katanya.
 
Semakin dikritik bukan semakin NU ciut nyali, bahkan tambah kenceng kaderisasi yang dilalukan IPNU-IPPNU, fatayat, muslimat, NU melalui PKPNU apalagi ditunuh Gerakan Pemuda Ansor dan Bansernya. Nyaris tiada hari tanpa kaderisasi. Lihatlah gerak langkahnya dalam berhidmah untuk bangsa dan negaranya sebagai implementasi ajaran agama yang diajarkan oleh para wali, ulama dan kiai-kiai NU.
 
Penulis: Ruchman Basori
Ketua Kaderisasi PP Ansor
 


Kenapa Ansor-Banser yang Dimusuhi?

Menyoal Pembangunan dan Keadilan Agraria

Sejuta Potensi Maritim Indonesia, Kok Masih Krisis Energi?