Foto : Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Antonio Guterres. (ist)

Sekjen dan Anggota DK PBB Akui Peran Penting Indonesia Atasi Krisis Kemanusiaan di Myanmar

Ind/antara | Sabtu , 30 September 2017 - 15:34 WIB

Publicapos.com- Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Antonio Guterres mengakui peran penting pemerintah Indonesia dalam upaya mengatasi konflik dan krisis kemanusiaan yang terjadi di Myanmar.

Hal tersebut disampaikan Gutteres saat Dewan Keamanan (DK) PBB menggelar pertemuan di Markas PBB di New York, Amerika Serikat, guna membahas perkembangan situasi terakhir di Myanmar.

"Saya menyambut baik peran penting Menlu, Retno Marsudi dari Indonesia dalam hal ini. Beliau telah mendorong pendekatan yang sejalan dengan tiga langkah yang telah saya tegaskan, dan juga yang didorong oleh banyak negara," kata Sekjen PBB Antonio Guterres, dalam keterangan pers dari Perutusan Tetap RI (PTRI), yang diterima di Jakarta, Sabtu (30/9/2017).

Sekjen PBB juga menyampaikan bahwa situasi di lapangan semakin memburuk sejak serangan yang dilakukan oleh kelompok ARSA terhadap aparat keamanan Myanmar.

Untuk itu, Guterres menegaskan kembali tiga langkah yang perlu diambil pemerintah Myanmar, yaitu mengakhiri operasi militer, membuka akses bantuan kemanusiaan, dan memulangkan kembali pengungsi Rohingya di Bangladesh ke Myanmar.

Pengakuan terhadap peran penting yang dimainkan oleh pemerintah RI tidak hanya disampaikan oleh Sekjen PBB, melainkan juga oleh sejumlah negara anggota DK PBB lainnya, seperti Inggris dan Swedia. Selain itu, Senegal dan Kazakhstan juga menghargai peran ASEAN dalam mencari solusi untuk isu Myanmar.

Negara-negara anggota Dewan Keamanan PBB lainnya menyerukan agar Myanmar membuka jalur dialog dan kerja sama dengan Bangladesh untuk menyelesaikan masalah pemulangan pengungsi Rohingya.

Pascapertemuan Dewan Keamanan PBB tersebut, Duta Besar RI untuk PBB, Triansyah Djani menyambut baik apresiasi Sekjen PBB dan sejumlah negara anggota DK PBB terhadap peran aktif Indonesia di Myanmar.

"Pernyataan Sekjen PBB dan sejumlah negara pada pertemuan ini merupakan pengakuan dan bukti nyata atas komitmen Indonesia sebagai bagian dari solusi permasalahan isu Rohingya di Rakhine State, Myanmar," ujar Dubes Djani.

Djani mengatakan komitmen Indonesia terhadap penyelesaian isu Rohingya akan semakin kuat, dan Indonesia mendorong kerja sama yang baik antara Myanmar dan aktor-aktor internasional secara sinergis demi penyelesaian yang terbaik bagi semua pihak. "Sikap konstruktif Indonesia tersebut memungkinkan masuknya bantuan kemanusiaan dari Indonesia ke Rakhine State di Myanmar," ucapnya.


Parlemen Yunani akan Setujui Penggunaan Ganja untuk Keperluan Medis

Presiden Harap KTT LB OKI Respon Situasi Palestina di PBB

Soal Israel, Ketum MUI: Harus Dihentikan, Jangan Hanya Kecaman-Kecaman

Indonesia Dapat Jadi Inisiator di PBB Keluarkan Resolusi Soal Yerusalem