Foto : Tagar #ThePowerOfSetnov ramai di Twitter. (istimewa)

Lucunya Tagar #ThePowerOfSetnov di Media Sosial

Ind | Senin , 02 Oktober 2017 - 14:09 WIB

Publicapos.com- Hakim Cepi Iskandar mengabulkan gugatan praperadilan yang diajukan Setya Novanto. Dalam putusan yang dibacakan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (29/9/2017) sore lalu, hakim Cepi menyatakan penetapan tersangka Setnov dalam kasus dugaan korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi tidak sah.

Keputusan tersebut mengundang banyak reaksi. Tak sedikit masyarakat yang menyatakan kecewa. Namun di media sosial reaksi lucu justru datang dari warganet. Netizen menyuarakan kekecewaannya terhadap Setya Novanto dengan membuat tagar #ThePowerofSetyaNovanto.

Tagar bukan berisi pujian, melainkan berisi sindiran pedas netizen terhadap Setnov. Berikut sindiran para warganet;

"setnov pura2 sakit abis keluar dari rumah sakit, BPJS kesehatan langsung bangkrut #ThePowerofSetyaNovanto #ThePowerOfSetnov" kicau @binsaragih.

"Setya novanto di rapot nilainya merah, yg gak naik gurunya #ThePowerofsetnov" @RevanDiliansyah.

"Setya novanto lewat jembatan sirotol mustaqim bukan dari sehelai rambut tapi make eskalator #ThePowerOfSetNov" kicau akun @Hansromora.

"Setya Novanto kena tilang, yang sidang polisinya #ThePowerofSetnov" cuit @kekikian.

"Setya Novanto gabisa ngerjain matematika, pelajaran matematika dihapus dari kurikulum #ThePowerOfSetnov," kicau @dnferdiansyah.

"Setnov kebanyakan makan micin, yang bego micinnya #ThePowerOfSetnov," ketik status akun @kimfiida.

Menanggapi kicauan netizen, kolega Setnov, Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan, hal tersebut sebagai bentuk kreativitas. Yang penting, tidak ada hinaan atau fitnah di media sosial. "Mungkin itu bagian dari kreativitas. Selama tidak menghina atau mencemarkan nama baik, ya itu sebagai hiburan saja," kata Fadli.


Pimpinan KPK Dilaporkan Kembali Oleh Kuasa Hukum Setya Novanto

Anggota DPR RI Ajak Kaum Ibu Tanamkan Akhlak Mulia Pada Generasi Muda

Sedot Perhatian Publik, Polda Metro Jaya Kebut Kasus Jonru