Foto : Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (istimewa)

Soal Resiko Geopolitik Korut, Menkeu: Ekonomi Akan Rapuh

Rhr | Jumat , 06 Oktober 2017 - 16:41 WIB

Publicapos.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan potensi terjadinya perang di kawasan Asia Timur selama ini bisa mengganggu stabilitas roda perekonomian.

 
"Kalau terjadi konflik di semenanjung Korea, maka segalanya akan berbeda dan ekonomi akan menjadi lebih rapuh. Kawasan ini menjadi tidak berbeda dengan wilayah lain yang terkena masalah geopolitik," kata Sri Mulyani.
 
Sri Mulyani juga mengatakan risiko geopolitik yang terjadi akibat ujicoba rudal Korea Utara bisa memengaruhi ekonomi Indonesia untuk tumbuh lebih optimal.
 
"Masalah keamanan di Korea Utara bisa memberikan kekhawatiran atas prospek ekonomi," kata Sri Mulyani saat menghadiri peluncuran Laporan Ekonomi Triwulan Bank Dunia terbaru.
 
Dalam publikasi terbaru, Bank Dunia memproyeksikan ekonomi Indonesia masih tumbuh kuat pada kisaran 5,1 persen pada 2017 dan 5,3 persen pada 2018 didukung oleh lingkungan eksternal yang kondusif, faktor fundamental ekonomi yang kuat, serta kemajuan dalam reformasi struktural.
 
Meski demikian terdapat, berbagai risiko eksternal yang dapat mengganggu proyeksi yaitu ketidakpastian dari normalisasi kebijakan moneter Bank Sentral AS (The Fed), perlemahan harga komoditas, kebijakan perdagangan yang proteksionis dari negara maju dan persoalan geopolitik.
 
Risiko lainnya yang bisa memberikan dampak negatif kepada perkiraan pertumbuhan ekonomi berasal dari sisi domestik yaitu pelaksanaan reformasi struktural yang tidak konsisten, tahun politik yang mulai berlangsung pada 2018 serta rendahnya realisasi investasi yang berdampak pada penyediaan lapangan kerja. (rhr)


Tak Mau Kalah Dari Meikarta, Ciputra Kembangkan Kota Baru Maja

Seminggu, Garuda Buka Tiga Kali Penerbangan Langsung Indonesia-London

Menteri Tenaga Kerja Pastikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2018 Naik 8,71%

Tarif Cukai Naik 10,04 Persen Tahun Depan, Ini Penjelasan Menteri Darmin