Foto : Istimewa

Aktivis PEMA Cabut Gugatan di PTUN, Tuah: Saya Tau KPK Akan Menangkap Ok Arya

Rhr | Senin , 09 Oktober 2017 - 22:32 WIB

Publicapos.com - Aktivis Perhimpunan Mahasiswa (PEMA) Batubara, Tuah Aulia Fuadi menyatakan, sudah mencabut gugatan terhadap Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuradi dan Bupati Batubara Ok Arya menganai pembatalan terhadap keputusan Tata Usaha Negara (TUN) dalam permasalahan rekomendasi persetujan substansi Raperda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Batubara tahun 2013-2023.
 
"Tiga minggu sebelum Bupati Batubara Ok Arya ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), saya sudah ikhlas untuk memaafkan Ok Arya," katanya.
 
Selanjutnya, kata tuah, pihaknya sudah mencabut Gugatan di TUN Medan tertangal 18 Agustus 2017 dan dikabulkan oleh Majelis hakim tertanggal 20 Sepember 2017. Ia juga mengemukakan alasannya kemudian tak ingin memperpanjang masalah gugatan itu.
 
"Alasan saya karena saya tau KPK akan segera menangkap Ok Arya bersama Maringan Situmorang dalam waktu dekat saat itu, sebab saya yang ditugaskan oleh Maringan menjadi pengawas dalam dua proyek pembangunan 2 jembatan senilai Rp. 44 M," jelasnya.
 
Alasan kedua, sambungnya, dia yakin Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi tidak akan menang dalam gugatan itu karna diduga menyalahi prosedur.
 
Tuah menambahkan, ia berharap masalah tersebut agar segera dijadikan pelajaran bagi pemimpin selanjutnya, untuk tidak lagi mengajukan RTRW dan Rencana detail Tata Ruang (RDTR) di luar aturan.
 
"Janganlah pemimpin Batubara kedepan bersifat arogan, sebab nanti akan dijadikan bahan ejekan dan tertawaan karena RTRW harus memenuhi 5 tahun sekali baru dapat digantikan," tuturnya. (rhr)


Korupsi BLBI, KPK Sudah Periksa 39 Saksi untuk Tersangka Syafruddin Temenggung

Dugaan Korupsi BKKBN: Kerugian Negara Mencapai Rp27,94 Miliar

Terkait SKL BLBI terhadap BDNI, Negara Dirugikan Rp4,58 triliun