Foto : Presiden Jokowi dan Ketuam Gerindera Prabowo Subianto (net)

Mampukah Elektabilitas Prabowo Kalahkan Jokowi?

kis | Kamis , 12 Oktober 2017 - 11:29 WIB

Publicapos.com – Elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindera Prabowo Subianto menjelang pilpres 2019 mendatang masih jauh dibawah Presiden Jokowi. Hasil survei Indikator Politik 17-24 September 2017, dari delapan nama yang disuguhkan, elektabilitas Jokowi 54,6 persen dan disusul prabowo 24,8 persen. Mampukah Prabowo menyalip elektabilitas Jokowi?
 
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi di kantornya, di Jakarta, Rabu (11/10/2017) mengungkap, elektabilitas Jokowi memang masih lebih tinggi dua kali lipat dibandingkan Prabowo. Namun, ia menilai elektabilitas Prabowo tersebut cukup tinggi dan satu-satunya nama yang dapat menempel petahana.
 
Elektabilitas Prabowo juga terus merangkak naik dari tahun lalu, sementara Jokowi cendrung stabil.
 
"Padahal Pak Prabowo belum kerja sama sekali. Masih di Hambalang. Pak Jokowi dari Aceh sampai Papua setahun terakhir, elektabilitasnya stabil. Jadi jangan terlalu yakin pemilu akan mudah dimenangkan oleh Pak Jokowi," kata Burhan.
 
Burhan menilai, tingginya elektabilitas Prabowo tidak terlepas dari basis pemilihnya pada 2014 lalu yang masih loyal hingga saat ini.
 
Apabila Prabowo terus bekerja meningkatkan elektabilitas hingga pilpres 2019 digelar, bukan tidak mungkin ia bisa menyalip Jokowi.
 
Burhan pun mengingatkan fenomena yang terjadi pada pilpres 2014 lalu. Pada Desember 2013, Indikator Politik juga membuat survei yang mengukur elektabilitas Jokowi dan Prabowo secara head to head.
 
Saat itu, Jokowi yang masih menjabat Gubernur DKI Jakarta memiliki elektabilitas sangat tinggi, yakni sekitar 60 persen. Sementara Prabowo hanya 27 persen.
 
Namun, elektabilitas Prabowo terus naik menjelang pilpres 2014 digelar.
 
Pada akhirnya, Prabowo yang berpasangan dengan Hatta Rajasa mampu meraup 48,66 persen suara dalam pilpres.
 
Sementara Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla hanya menang tipis di angka 51,34 persen.
 
"Prabowo punya rekor luar biasa. Bisa naikkan elektabilitas makin dekat dengan pemilu. Jadi jangan patah semangat dulu," kata Burhan.
 
Namun, Burhan juga menilai calon lain di luar Jokowi dan Prabowo masih memiliki peluang. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya responden yang tidak menentukan pilihan.
 
Saat tak diberi pilihan daftar nama, responden yang tak menjawab mencapai 47,4 persen. Saat simulasi head to head Jokowi vs Prabowo, angkanya juga masih cukup besar, yakni 9,8 persen.
 
"Ini artinya masih ada potensi untuk figur alternatif," tandasnya.
 


Jokowi Ingatkan Masyarakat Tidak Terpecah Belah Karena Pilihan Politik

Cak Imin Dideklarasikan Sebagai Cawapres

PRO-1 Deklarasikan Cak Imin dan AHY sebagai Pemimpin 'Zaman Now'

Konsisten Menjaga Pemilih Santri, PKB Berpeluang Ajukan Nama Cawapres