Foto : Gubernur dan wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno

Resmi Dilantik, PWRI Minta Anis-Sandi Jadi Motor Persatuan Masyarakat

rhr | Senin , 16 Oktober 2017 - 17:46 WIB

Publicapos.com. Gubernur dan wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, telah dilantik Presiden Jokowi di Istana Negera, Jakarta, Hari ini Senin (16/10/2017) siang tadi. Dengan demikian, pasangan tersebut sudah resmi menjadi pemimpin masyarakat Kota Jakarta.

Berbagai pihak pun menyampaikan ucapan selamat kepada Anis dan Sandi, mulai dari pejabat negara, politisi, tokoh masyarakat dan kalangan media, salah satunya Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) DKI Jakarta.

"Kami mengucapkan selamat menjalankan amanah kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Anies Baswedan dan Sandiaga Uno atas dilantiknya sebagai kepala daerah DKI Jakarta oleh Presiden Joko Widodo," kata IqbaL Sekretaris DPD PWRI Jakarta, Iqbal Tanjung, di Jakarta.

Ia menjelaskan, jabatan gubernur dan wakil gubernur bukanlah alat berkuasa demi kepentingan individu atau kelompok. Namun jabatan itu merupakan pelayan bagi masyarakat Jakarta dalam rangka memberikan perlindungan dan keadilan.

"Kita sadar bahwa Pilgub yang lalu menimbulkan perpecahan dan silang pendapat di antara masyarakat. Oleh karenanya, gubernur dan Wagub diharap dapat menjadi motor terciptanya persatuan dan kesatuan masyarakat," jelasnya.
    
Iqbal meminta kepada Gubernur Anies Baswedan dan Wagub Sandiaga Uno untuk melaksanakan semua janji-janji yang telah disampaikan pada masa kampanye. Serta melibatkan masyarakat untuk membangun jakarta menjadi lebih baik dan berkeadilan.
    
"PWRI DKI akan mengawal dan mengawasi serta memberikan masukan-masukan kepada gubernur dan wagub DKI Jakarta sebagai kewajiban pekerja media," tutupnya. (rhr)
 


Resmi Mundur dari Pangkostrad, Edy Rahmayadi: Kan Mau Gubernur, Doain Ya

Jokowi Ingatkan Masyarakat Tidak Terpecah Belah Karena Pilihan Politik

Cak Imin Dideklarasikan Sebagai Cawapres

Soal Sara, Azyumardi Azra: Susah Ngalahkan Jokowi Gunakan Isu Agama dan PKI