Foto : Produser Harvey Weinstein dan perancang busana Georgina Chapman menghadiri Oscars Vanity Fair Party Academy Awards ke-89 di Beverly Hills, California, Amerika Serikat, 26 Februari 2017. (REUTERS)

Terbelit Skandal, Weinstein Mundur dari Dewan Perusahaan Miliknya

Antara | Rabu , 18 Oktober 2017 - 23:14 WIB

Publicapos.com - Harvey Weinstein yang saat ini menghadapi skandal pelecehan seksual terhadap sejumlah perempuan selama tiga dasawarsa karirnya di dunia perfilman memutuskan mundur dari dewan perusahaan miliknya sendiri, The Weinsten Company, pada Selasa (17/10) setempat.
 
Dalam sebuah pernyataan resmi, dewan The Weinsten Company menyatakan telah mengesahkan pula keputusan pada 8 Oktober 2017 untuk memecat Weinstein dari pemimpin perusahaan film dan televisi pemenang penghargaan itu, yang ia dirikan bersama saudaranya.
 
Sumber dekat Weinstein memastikan bahwa Weinstein mundur dari dewan direksi dan tidak berkomentar lebih lanjut. Weinstein membantah melakukan hubungan seks tanpa persetujuan dengan siapa pun.
 
Buntut skandal tersebut membuat Lexus, anak perusahaan Toyota Motor Corporation, akan mengkaji ulang kemitraannya dengan The Weinstein Company. Lexus saat ini merupakan sponsor acara reality show "Project Runway" yang diproduksi The Weinstein Company.
 
"Lexus tidak membenarkan pelecehan, penyerangan atau diskriminasi seksual. Sehubungan dengan tuduhan baru-baru ini, yang melibatkan Harvey Weinstein, kami saat ini mengkaji kemitraan kami dengan The Weinstein Company, namun tidak dapat memberi pengumuman apa pun pada saat ini," demikian Lexus dalam pernyataan.
 
Jaringan Televisi A & E, yang menyiarkan "Project Runway" di saluran televisi kabel Lifetime miliknya, juga mempertimbangkan kelanjutan pertunjukan tersebut, menurut seorang sumber yang mengetahui masalah ini.
 
Sejak pekan lalu, "Project Runway" telah menghilangkan nama Weinstein dan logo The Weinstein Company dari kredit acara.
 
A & E ingin menghormati wanita yang mengatakan bahwa mereka dilecehkan oleh Weinstein, menurut sumber tersebut, dan pihak jaringan televisi tersebut juga prihatin tentang penghidupan lebih dari 200 anggota kru dan awak yang mengerjakan serial ini.
 
The Weinstein Company mencoba untuk memetakan masa depan tanpa Weinstein, seorang pembuat kesepakatan agresif dengan kemampuannya mengelola bakat, uang dan ego Hollywood. Pada Senin, perusahaan tersebut dikatakan sedang dalam pembicaraan untuk menjual sebagian besar asetnya ke perusahaan ekuitas swasta Colony Capital.
 
Di sisi lain, Hollywood Variety pada Selasa melaporkan tuduhan pelecehan terpisah terhadap Bob Weinstein, adik laki-laki Harvey dan salah satu pendiri perusahaan Weinstein.
 


ASEAN Sepakati Tangani Perdagangan Manusia di Kawasan Asia Tenggara

Donal Trump Perintahkan Perketat Pemeriksaan Pada Kedatangan Pelancong

Developing D-8, Wapres Ingatkan Pertumbuhan Ekonomi dan Kedamaian