Foto : Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah (Istimewa)

Sesalkan Pidato Anies, Fahri Hamzah Sarankan Gubernur DKI Bicara Teknis Saja

kis | Kamis , 19 Oktober 2017 - 10:16 WIB

Publicapos.com - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyesalkan pidato perdana Anis usai dilantik menjadi Gubernur baru Senin lalu.
 
Fahri menyarankan Gubernur DKI Anies Baswedan, lebih banyak bicara teknis pemerintahan karena posisi Gubernur DKI seperti wali kota.
 
“Menjadi Gubernur DKI itu adalah sebenarnya menjadi wali kota, karena DKI itu bukan gubernur, tapi itu wali kota. Kenapa saya bilang begitu, karena bupatinya dipilih oleh gubernur, wali kotanya dipilih oleh gubernur. Jadi ini adalah kota besar, konsepsinya adalah kota, bukan gubernur, nggak ada pilkada lain di DKI ini, padahal dia provinsi,” ujar Fahri di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (18/10/2017).
 
Perbedaan DKI dengan provinsi lain, kata Fahri, adalah wali kota dan bupati dipilih oleh gubernur, sehingga berstatus anak buah gubernur. Dia memandang wali kota, bupati, dan gubernur di DKI merupakan satu entitas.
 
“Karena ini sifatnya kota, ya sudah pidatonya yang teknislah, dalam hal ini ikut Ahok-lah, bener Ahok ini teknis saja, bahkan nggak usah banyak ngomong, teknis saja, yakinkan orang bikin ini, bikin ini, bersihkan ini, bersihkan itu,” ulas Fahri.
 
Selajutnya, Fahri menambahkan, agar Anies lebih banyak mengerjakan tugas sebagai gubernur dengan berkeliling Jakarta dan melihat apa yang perlu diselesaikan. Jadi tidak perlu melontarkan kalimat-kalimat yang tidak diperlukan.
 
“Bila perlu dia ngantor di mobilnya aja dia keliling Jakarta itu. Ada jalan lubang tutup, emang begitu, wali kota begitu. Jangan banyak pidato, nggak usah. Nanti kalau lu udah nyapres, baru banyak pidato begitu,” pungkasnya. 
 


Soal Pengganti Setnov di DPR, PPP: Bambang Soesatyo Sosok yang Memiliki Kemampuan

Pergantian Panglima TNI, Fadli Zon: Kelihatannya Persiapan Masa Pensiun Pak Gatot

Premium Langka Dimana-Mana, Komisi VII Berang dan Marah

Pariwisata Sumut, Pemerintah Anggarkan Ratusan Juta Bangun Desa Adat Budaya