Foto : Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Abdul Qadir Amir Hartono, SE., SH., MH, saat menyampaikan materi pada Peringatan Hari Santri Nasional di Keluarga Besar Mahasiswa Bisikmisi (KBMB) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Sabtu (21/10/2017). (Sovi Ghozali for Publicapos.com)

Peringati Hari Santri, Gus Anton: 'Akhlakul Karimah' bagi Santri Harga Mati

kis | Sabtu , 21 Oktober 2017 - 23:11 WIB

Publicapos.com - Peran santri untuk kemerdekaan Negera Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sangatlah besar. Hal tersebut bisa dilihat dari banyaknya tokoh-tokoh santri yang tokoh penting di republik ini, salah satunya Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Presiden RI ke-4.

 
Hal tersebut disampaikan Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Daerah Pemilihan Jawa Timur (Dapil Jatim), Abdul Qadir Amir Hartono, S.E., S.H., M.H. pada Sarasehan Santri Organisasi dan NKRI dalam memperingati hari Santri Nasional yang diselenggarakan Keluarga Besar Mahasiswa Bidikmisi, di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Sabtu, (21/10/2017).
 
Senator asal Jatim tersebut menyampaikan dihadapan ratusan peserta yang hadir, Indonesia ini adalah negara yang amat sangat beragam. Terdiri dari beribu pulau, suku bangsa dan bahasa. Namun perbedaan tersebut dipersatukan dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika. ”Saya berharap para Santri yang ada di sini bisa menjaga persatuan tersebut, menjaga ukwah wathoniyah yang telah terbentuk, jangan kemudian terpecah belah dengan isu-isu sensitif,” ungkapnya dihadapan para santri.
 
Satu hal yang sangat ditekankan pria yang kerap disapa Gus Anton itu dalam momentum peringatan Hari Santri Nasional tersebut, santri harus memegang erat akhlak yang mulya. “Bagi santri, akhlakul kharimah, harga mati,” tegasnya. Selanjutnya, dia berpesan, jangan sampai santri zaman sekarang kehilangan karakter utamanya dan larut dengan arus zaman kekinian. Sebab, menurutnya, landasan utama seorang santri ya, terdapat pada akhlaknya.
 
Menghadapi zaman kekinian ini, Gus Anton mendorong para santri untuk terus belajar bersungguh-sungguh, agar mampu menghadapi tantangan zaman. Belajar di kelas dan juga belajar diorganisasi. Agar memiliki pengalaman yang luas.
 
Pria kelahiran Sumenep itu juga membeberkan, bagaimana para santri di Indonesia itu bisa mencapai puncak kesuksesannya. “Kunci sukses santri itu ya terletak pada tirakatnya, tidak ngopa-ngopi saja,” bebernya. Kesuksesan seorang santri dicapai dengan tirakatnya. Bukan harus puasa, tetapi bisa upaya belajar yang sungguh-sungguh, mengurangi jam tidur dan dilakukan dengan istiqomah.
 
Dan satu lagi yang tidak bisa dihindarkan, kata Gus Anton, yaitu manut dengan mursyid (seorang guru). Mengikuti nasehat-nasehat seorang guru serta menghormati apa yang disampaikannya pada kita. ”Nah ,itu salah satu agar apa yang kita dapatkan dari seorang guru bermanfaat, dan guru bisa mengarahkan kita pada jalan yang baik dan benar,” jelasnya.
 
Pesan Gus Anton pada santri zaman sekarang, agar cerdas memanfaatkan media sosial. Maraknya penggunaan media sosial jangan sampai mengalahkan waktu untuk belajar dan membaca buku. ”Medsos dan gadget itukan alat, jangan sampai kita diperalat oleh alat,” pesannya.
 
Sementara itu, Ahmad Andrian mantan Ketua Keluarga Besar Mahasiswa Bidikmisi (KBMB) 2012-2013 menyoroti peran santri dalam cerdas bermedia sosial. Jangan sampai mudah hanyut dengan isu-isu sara yang begitu marak akhir-akhir ini digemborkan di media sosial. ”Sebagai santri harus bisa filter informasi,” jelasnya.
 
Selanjutnya Andre mengembalikan hadirnya gadget dan medsos adalah bermula dari media komunikasi. Media yang memudahkan untuk komunikasi jarak jauh. Kemajuan teknologi begitu pesat, alat komunikasi menjelma jadi gadget yang menyediakan segalanya. Mulai pusat informasi, internetan, bermedia sosial. ”Jangan sampai kita larut dikendalikan dengan sebuah alat berukuran kecil ditangan kita, marilah cerdas menggunakan alat tersebut,” tegasnya.
 
Ketua Umum KBMB Sahlan Roy M.H. menambahkan, salah satu tujuan agenda sarasehan tersebut agar mahasiswa bidikmisi yang notabene santri atau mahasantri bisa merefleksikan diri. Kembali mengingkat kiprah santri andil dalam perjuangan bangsa Indonesia. Bahkan hingga kini, banyak peran sentral republik juga ada di tangan santri. "Harapan saya, teman-teman bidikmisi bisa ambil hikmah, lebih giat memanfaatkan kesempatan belajar. Sehingga bisa jadi bagian santri yang berkontribusi besar bagi bangsa ini," tutupnya.
 


Ditunjuk Jadi Ketua DPR, Ini Pesan Golkar untuk Bamsoet

Premium Langka Dimana-Mana, Komisi VII Berang dan Marah

Pariwisata Sumut, Pemerintah Anggarkan Ratusan Juta Bangun Desa Adat Budaya

Kunjungi Kepulauan Nias, Komisi IX: Diharap Pemerintah Berikan Perhatian Lebih