Foto : Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah

Ketua IMM: Jambore Mahasiswa, Kapolri dan Kontestasi 2019

mmd | Senin , 23 Oktober 2017 - 10:49 WIB

Publicapos.com - Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) sudah menarik diri untuk tidak menghadiri Jambore Mahasiswa yang rencananya akan dilaksanakan di Cibodas, mulai dari 24 Oktober mendatang.
 
Ketua DPP IMM, Ali Muthohirin menjelaskan, banyak yang berpendapat bahwa acara itu merupakan bagian dari pembungkaman terhadap aktivis mahasiswa," ujar Ali, Minggu (22/10/2017).
 
Banyak pihak juga menyebutkan bahwa ada peran Kapolri, Jenderal Tito Karnavian dalam acara tersebut.
 
"Terkait polemik ini, kami dari DPP IMM, walau tidak terlibat dan mengikuti agenda tersebut, bahwa dua hal antara peran Kapolri dan pembungkaman aktivis tidaklah bisa kita simpulkan begitu saja," jelas Ali.
 
Dia juga tak mau menyimpulkan bahwa agenda tersebut negatif. "Tentu masing-masing organisasi mempunyai landasan kebijakan, pun demikian dengan pak Kapolri, sebagai kepala kepolisian, pejabat negara mungkin berkeinginan merangkul semua komponen masyarakat dan mahasiswa demi menjalankan tugasnya secara profesional," sambungnya.
 
Ali menerangkan, kebijakan merangkul eksponen mahasiswa ini tentunya menjadi investasi tersendiri bagi Kapolri, baik untuk tugasnya dan tanggung jawab ke Presiden Jokowi.
 
"Maupun investasi untuk jangka panjang. Misalnya untuk kontestasi 2019," tukasnya.
 
Kapolri belakangan memang terlihat datang ke kampus-kampus memberikan kuliah umum. Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa Kapolri berpotensi dalam kontestasi Pilpres 2019.
 
"Minimal berpotensi mengikuti kontestasi sebagai wakil presiden, tentu sebagai warga negara punya hak, apalagi sebagai pejabat negara," jelasnya. 
 
"Dalam alam demokrasi ini sah-sah saja dilakukan, toh kesimpulan kembali ke masyarakat apakah yang dilakukan pak kapolri menjadi kesimpulan bahwa beliau berpotensi menjadi wapres, atau malah menjadi serangan balik karena terlalu dekat dengan mahasiswa dengan kesimpulan bahwa itu adalah upaya pembungkaman," tambahnya.
 
Ali melanjutkan, dengan menggandeng eksponen mahasiswa dalam pagelaran jambore, Kapolri kelihatannya ingin menunjukkan kepedulian terhadap permasalahan kebangsaan. 
 
"Sehingga DPP IMM kurang setuju terkait jambore sebagai alat bungkam, karena idealisme gerakan mahasiswa tak akan pernah bisa di bungkam. Dan saya yakin bahwa sebentar lagi jalanan akan penuh dengan teriakan mahasiswa ekstra kampus untuk menyuarakan keadilan, karena begitu banyak kebijakan pemerintah yang terlalu berpihak pada kepentingan tertentu yang harus di kritisi," tutupnya. (mmd) 


Sekarang Polisi Ikut Kawal Alokasi Dana Desa

Tito Pimpin Puluhan Kenaikan Pangkat Pati Polri

Ribut Pembelian 5 Ribu Senjata, Fadli Zon Sebut Lemahnya Kordinasi Level Pemerintah