Foto : Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto

Balai Kerajinan dan Batik Yogyakarta, Menperin: Kami Dorong IKM Kembangkan Batik Tulis

rhr | Selasa , 07 November 2017 - 13:49 WIB

Publicapos.com - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menginginkan agar Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) serta Balai Besar Kulit, Karet dan Plastik (BBKKP) di Yogyakarta menjadi pusat unggulan dalam kegiatan penelitian dan pengembangan sektor industri.

“Oleh karena itu, agar menjadi center of excellence, diperlukan langkah revitalisasi untuk memperbarui segala peralatan dan teknologinya sehingga dapat mengikuti permintaan pasar saat ini. Misalnya, alat uji untuk memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI)," kata Airlangga, di Jakarta, Minggu lalu.
 
BBKB telah mengeluarkan batik mark untuk IKM yang memenuhi syarat, berupa label yang disematkan di produk untuk menjamin kualitas. Sertifikat batik mark tersebut berlaku selama tiga tahun setelah dikeluarkan dan IKM akan dievaluasi kembali untuk menjamin mutu produknya.

Dengan pelaku IKM mengajukan label batik mark, proses untuk menuju sertifikasi SNI batik lebih mudah karena telah memenuhi beberapa persyaratan, seperti memiliki merk dan izin industri.

“Kami juga mendorong agar para pelaku IKM batik nasional untuk mengembangkan batik tulis atau batik peawarna alam sehingga produk batik IKM kita dapat naik kelas. Apalagi, proses pengembangan pewarnaan alam saat ini sudah go green, sehingga kita mempunyai nilai jual lebih," paparnya.  

Sebelumnya, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Ngakan Timur Antara mengatakan, pihaknya terus mendorong seluruh balai-balai di bawah binaan BPPI Kemenperin untuk menghasilkan inovasi yang sesuai kebutuhan dunia industri saat ini.

“Kami giat menggandeng sektor swasta agar ikut berkontribusi memajukan kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang) pada sektor manufaktur,” ujarnya.

Ngakan menambahkan, Kemenperin berkomitmen memacu peran unit litbang yang dimilikinya agar gencar melakukan alih teknologi sebagai salah satu wujud nyata mendorong terjadinya pengembangan iptek di Tanah Air.

“Hingga saat ini, Balai Besar dan Baristand Industri di bawah unit BPPI telah menghasilkan 93 paten yang terdiri dari 82 paten dan 11 paten sederhana,” ungkapnya. (rhr)