Foto : Logo Dewan Masjid Indonesia

Selain Memakmurkan Masjid, DMI Berhasil Memberdayakan Ekonomi

rhr | Selasa , 14 November 2017 - 12:45 WIB

Publicapos.com - Dewan Masjid Indonesia (DMI) menyelenggarakan Muktamar VII di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, yang sudah berakhir Minggu (12/11/2017) lalu.

Even lima tahunan itu merupakan forum tertinggi dalam kepengurusan DMI yang diikuti oleh seluruh pimpinan pusat, pimpinan wiilayah, dan pimpinan daerah sehingga berhak untuk menentukan kepengurusan dan program kerja untuk lima tahun ke depan.

Apalagi selama lima tahun ini, DMI di bawah kepemimpinan Jusuf Kalla telah menetapkan slogan “Memakmurkan dan Dimakmurkan Masjid” sehingga seluruh program DMI bertujuan memakmurkan masjid sebagai tempat ibadah sekaligus pusat aktivitas sosial.

Ketum Jusuf Kalla selalu berpesan agar organisasi memberikan manfaat konkret untuk masyarakat. Untuk itu, DMI menerjemahkan dalam aksi nyata, antara lain revitalisasi akustik masjid agar pesan khatib, dan penceramah dapat didengar jelas, jernih, dan nyaman oleh jamaah.

Tujuan lainnya, pelaksanaan shalat berjamaah yang dipimpin imam dapat diikuti dengan khidmat dan khusyuk. Hingga kini, terdapat 100 mobil revitalisasi akustik di berbagai wilayah Indonesia, dengan lebih dari 30 ribu masjid yang telah diperbaiki fasilitas akustiknya.

Bahkan di beberapa daerah, seperti di Kota Sukabumi dan Kabupaten Malang, tim akustik DMI berhasil memberdayakan ekonomi penduduk setempat dengan membuka lapangan kerja baru guna mendukung kebutuhan tim akustik DMI dalam merevitalisasi akustik masjid.

Artinya, terdapat efek ganda dari program pembenahan akustik masjid. DMI juga berupaya mengedukasi masyarakat mengenai potensi masjid yang dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pengurus dan jamaah masjid.

Kondisi ini semakin berjalan baik dengan hadirnya aplikasi DMI berbasis Android. Aplikasi ini menjadi sarana efektif bagi jamaah, pengurus, dan khatib/dai masjid untuk saling terkoneksi. Melalui aplikasi, seseorang dapat mengundang dai dan khatib ke acara pengajian masyarakat. (rhr)


Kiai Said: Nasionalisme Pemimpin Agama di Indonesia Beda dengan Arab

Peserta Kirab Pemuda Beri Motivasi Ratusan Santri Al-Ittifaq di Ogan Ilir

Cak Imin: Sering-Seringlah Sarungan, Biar Tidak Emosi dan Gampang Tersinggung