Foto : Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati

Menkeu: Bagunan Istora Beradaptasi dengan Kondisi Kids Zaman Now

rhr | Jumat , 24 November 2017 - 07:28 WIB

Publicapos.com - Kondisi Stadion Istora Senayan Jakarta setelah mendapatkan revitalisasi menjelang Asian Games 2018 sudah memenuhi kebutuhan masyarakat akan ruang publik di Ibu Kota Jakarta.

Demikian penjelasan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ketika mengunjungi Stadion Utama Gelora Bung Karno bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (MenPUPERA) Basuki Hadimuljono, di Jakarta, Kamis (24/11/2107) kemarin.

"Tim arsitek Indonesia telah merenovasi stadion ini dengan tetap mempertahankan nilai-nilai sejarahnya. Selain itu, bagunan ini juga mampu beradaptasi dengan kondisi `kids zaman now` yang mengharapkan konektivitas dengan ruang publik," kata Sir Mulyani.

Menkeu mengatakan, arena-arena olahraga di kawasan GBK Senayan akan menjadi aset negara yang berharga bagi masyarakat karena juga mempunyai pepohonan yang rindang sehingga mampu berfungsi sebagai paru-paru kota.

"Semua arena olahraga memuaskan dan mempunyai daya tarik masing-masing. Stadion Utama punya rumput yang bagus dan luas. Stadion Akuatik juga masih mempertahankan nilai sejarah dengan atap semi-terbuka," jelasnya.

Indonesia, lanjut Menkeu, telah menganggarkan Rp132 miliar untuk renovasi Stadion Istora Senayan dan Rp700 miliar untuk Stadion Utama GBK dalam anggaran yang bersifat multi-tahun.

"Kami tentu masih akan mengantisipasi tambahan anggaran pada 2018 karena selalu saja ada yang belum terlihat dan belum dianggarkan," bebernya.

Kementerian Keuangan akan membantu kementerian dan lembaga yang terlibat dalam persiapan penyelenggaraan Asian Games seperti KemenPUPERA, Kemenpora maupun Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) dalam teknik penganggaran. (rhr)


Kesuksesan Asian Games, Puan: Sesuai Perpres 95/2017, Semua Pihak Harus Bersinergis

DPR Protes Soal Merah Putih Terbalik di Buku SEA Games, Jokowi Harap Masyarakat Tenang

Menpora: Bonus Atlet Sea Games XXIX Tidak Hanya Uang