Foto : Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin

Menag Minta MUI Buat Modul Pelatihan Dakwah Wasathiyah Bagi Para Da’i

rhr | Kamis , 30 November 2017 - 10:10 WIB

Publicapos.com - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berharap Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjadi inisiator sekaligus eksekutor dalam proses implementasi misi implementasi Islam moderat (wasathiyah).

Menurutnya, hal yang dapat dilakukan misalnya, membuat modul pelatihan dakwah wasathiyah bagi para da’i baik yang sering on air di media massa, atau yang off air di masjid dan majelis taklim.

Hal ini disampaikan Lukman Hakim saat memberi sambutan pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Majelis Ulama Indonesia (MUI) masa khidmat 2015-2020 di Bogor, Selasa (28/11). Rakernas MUI tahun ini mengusung tema “Meneguhkan Peran MUI dalam Menerapkan Islam Wasathiyah dan Arus Baru Ekonomi Indonesia”.

“Setelah dilatih, para da’i diterjunkan secara sistematis dan terstruktur ke masjid-masid dan majelis taklim lainnya dengan pengawasan ulama senior,” ujar Menag.

Menag berharap, modul pelatihan berisi tentang kearifan-kearifan, hikmah dan dimensi keluhuran budi yang diajarkan Islam, bukan materi yang dapat memperuncing persoalan khilafiyah.

“Seandainya pun persoalan khilafiyah disampaikan dalam modul, saya harapkan hanya yang terkait dengan pengenalan terhadap keragaman pendapat, bagaimana cara mengkompromikan dan menyelesaikannya. Hal semacam ini biasanya dikenal dengan istilah fiqhul ikhtilaf,” katanya.

Ketua Umum MUI K.H. Ma’ruf Amin menyampaikan, rakernas MUI itu dijadikan untuk melakukan penilaian-penilaian dalam merespon berbagai keadaan kekinian dan masalah yang berkembang saat ini untuk disikapi dan memberikan berikan pandangan kepada bangsa dan negara.

“Islam wasathiyah kita kembangkan tidak hanya secara nasional juga internasional, karenanya MUI terus melakukan kader-kader dai wasathiyah baik lokal dan internasional,” ujar Kyai Ma’ruf.
 


Puisi Ustadz Felix Siauw`Kamu Tak Tahu Syariat` Balasan untuk Puisi `Ibu Indonesia`?

Cak Imin: Jika Berpegang pada Islam Aswaja Kita Akan Tetap Bersatu

Hari Santri Nasional: Pesantren dan Kitab Kuning Tidak Dapat Dipisahkan