Foto : Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (Istimewa)

Mensos Khofifah Apresiasi Kiprah Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC)

kis | Minggu , 03 Desember 2017 - 10:53 WIB

Publicapos.com - Menteri Sosial (Mensos) RI Khofifah Indar Parawansa, Minggu (3/12) di menutup rangkaian kegiatan Jambore Nasional Relawan Muhammadiyah ke-2. Sebelumnya  acara yang digelar oleh Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu berlangsung sejak Kamis (30/11).
 
Khofifah menyatakan, kehadiran MDMC atau Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) Muhammadiyah ini merupakan bagian dari public-private partnership yang harus dibangun bersama antara Muhammadiyah dan pemerintah lantaran menurutnya, ada 232 kota dan kabupaten se-Indonesia yang beresiko terdampak bencana alam. “Apalagi, 80 persen yang terdampak itu akan mengalami jamila, atau jadi miskin lagi,” ungkapnya.
 
Kiprah MDMC diapresiasi oleh Khofifah. Ia mengisahkan, tahun lalu, ketika dilakukan deklarasi Hari Relawan Sedunia, MDMC menjadi salah satu elemen yang berada di garda depan. “MDMC juga menjadi frontliner waktu itu dalam menginisiasi deklarasi sekaligus membangun komitmen dan strategi internasional mengatasi berbagai persoalan kebencanaan,” jelasnya.
 
Tak lupa, Khofifah juga hendak menyerahkan mobil dapur umum lapangan pada MDMC sekaligus mengundang untuk hadir bersama pemerintah dan berbagai elemen memperingati Hari Relawan pada 7-8 Desember di Pacitan. “Kita adakan di Pacitan karena mereka tengah mengalami banjir bandang dan longsor. Semoga dengan kehadiran kita masyarakat tidak panik, namun kita tetap sigap,” paparnya.
 
Sementara itu Wakil Rektor I UMM Syamsul Arifin mengatakan, dengan situasi Indonesia yang rawan bencana, kehadiran MDMC sangat dibutuhkan bagi penanganan bencana alam dan kemanusiaan. "Semoga jambore nasional ini membuat relawan Muhammadiyah lebih peka dan terampil dalam menangani bencana," ujarnya.
 
Kegiatan MDMC yang berlangsung empat hari ini turut didukung Lazismu, UNICEF, UMM, dan sejumlah organisasi otonom Muhammadiyah. Kegiatan pra-pembukaan diawali dengan Bakti Sosial berupa donor darah dan pemeriksaan kesehatan di Kedung Kandang, Malang pada Kamis (30/11). Lalu dilanjutkan dengan Silaturrahim Kebangsaan oleh Ketua MPR RI Zulkifli Hasan pada Jumat pagi (1/12). Sementara pembukaan dilakukan pada Jumat siang (1/12) yang dihadiri Mendikbud RI Muhadjir Effendy dan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir.
 
Jambore juga diwarnai dengan kegiatan-kegiatan seru dan menantang melalui sejumlah lomba yang berlangsung Sabtu (2/12) di antaranya Lomba Navigasi Darat dan Penyelamatan Bawah Air “Water and Jungle Rescue Challenge” Lomba Medis “Emergency Medical Team”, Lomba Penanganan Psikososial “Psychosocial Intervention Challenge”, Lomba Cerdas Tanggap “Disaster Challenge” dan juga Lomba Foto “Jambore Photo Challenge”. Para relawan juga dapat mengikuti kelas-kelas pengurangan resiko bencana dan Geladi Penanganan Bencana. (*/kis)


Menristekdikti: Korelasi Dunia Pendidikan dan Dunia Usaha Sangat Penting

Inilah Juara Kompetisi Pers Mahasiswa PTKI!

Kabar Setnov: KPK Resmi Menahan Setnov