Foto : Dokumentasi

Nuansa Tradisional Jadi Daya Tarik Kopi Klotok Pakem

kis | Minggu , 03 Desember 2017 - 11:11 WIB

Publicapos.com – Di tengah pesatnya perkembangan zaman, ternyata nuansa tradisional semakin banyak dirindukan. Utamanya adalah masyarakat perkotaan. Hal itu sejalan dengan nuansa tradisional yang mulai menghilang. Seolah-olah nuansa tradisional menjadi hal asing yang menarik dikunjungi sekadar untuk bernostalgia.
 
Hal itulah yang penulis temukan kala berkunjung ke Kopi Klotok Pakem yang terletak di Kabupaten Sleman Yogyakarta Jumat lalu (1/12/2017). Salah satu kedai makan diberi branding dengan nama ‘kopi klotok’. Kopi Klotok sendiri adalah kopi yang cara membuatnya tidak diseduh, namun langsung direbus. Cara itu memberikan sensasi tersendiri pada kopi yang disajikan.
 
Yang menarik dari kedai ini bukanlah dari kopinya saja, melainkan nuansa tradisional yang dihadirkan Kopi Klotok yang terletak di daerah Pakem. Saat pengunjung tiba di lokasi itu, langsung disambut oleh pemandangan hamparan sawah nan hijau. Sebab, pakem memang lokasinya masih jarang penduduknya, dan sebagian besar daerahnya adalah hamparan sawah. Tidak seperti Yogyakarta bagian kota. Selain itu, keindahan puncak gunung merapi juga bisa dinikmati di tempat tersebut.  
 
Kedai Kopi klotok yang berdiri sejak dua tahun lalu itu, tidak hanya menyajikan pemandangan  keindahan alam saja. Nilai tradisional juga tampak dari bangunan yang digunakan, yaitu berupa rumah joglo jawa dengan atap berbentuk limas. Mulai dari berlantaikan batu-batu yang disusun rapi, bertembokkan papan, juga dilengkapi dengan tempat duduk kayu ukir-ukiran.
 
Pengunjung bisa memilih menggunakan tempat duduk kayu ukir-ukiran ataupun memilih tempat duduk lesehan. Lesehannya di tempat terbuka yang berbatasan langsung dengan pematang sawah dan tikar menjadi alasanya.
 
Tidak cukup di sini keindahan yang disajikan. Pemilik Kedai Kopi Klotok ini ternyata sengaja menunjukkan langsung proses memasak makanan yang mereka sajikan kepada para pengunjung. Mulai dari lodeh, gudek, sambel khas kedai kopi klotok, ikan asin, pisang goreng, tempo goreng, juga telor dadar, proses membuat kopi klotok, dan aneka makanan lainnya yang tersajikan. Cara masaknya pun masih tradisional, menggunakan tungku dari tanah dan juga masih menggunakan kayu bakar.
 
Kekhasan Kopi Klotok Pakem ini ternyata mampu menarik pengunjung yang luar biasa dari berbagai daerah di yogyakarta, atau bahkan hingga luar provinsi. Pemandangan itu terlihat dari lokasi parkiran yang selalu dipenuhi oleh mobil-mobil pribadi dengan beragam pelat nomer tidak hanya AB saja. Kalau melihat keramainnya, seolah-olah setiap 15 menit ada saja mobil yang datang hingga parkirannya tak kuasa menampung jumlah mobil. Akibanya, jalan menuju kopi klotok dipenuhi oleh mobil-mobil.
 
Jika diamati, pengunjung kopi klotok ini lebih banyak menggunakan mobil pribadi ketimbang motor. Sebab, lokasi parkiran motor tampak tidak begitu penuh.
 
Meskipun pengunjungnnya luar biasanya ramai, dan tempat seperti kopi klotok pakem itu terkesan jarang ditemukan, pemilik tetap memberikan harga yang sangat ekonomis dan terjangkau. Bahkan untuk paket puas hanya dihargai Rp 11.500 untuk porsi makannya.
 
Kerena kesempatan tidak hadir dua kali, penulis menikmati beragam menu yang ada Kopi Klotok pakem. Mulai dari porsi makan puas, telor dadar, ikan asin, tempe goreng, sambel khas, juga pisang goreng dilengkapi dengan kopi klotoknya. Kurang lebih hanya menghabiskan Rp 30 ribu saja.
 
Jika berkunjung ke Yogyakarta, jangan lupa satu tempat ini bisa dicoba. Selain bisa menikmati keindahan alam, lidah pengunjung akan dimanjakan dengan menu makanan di Kopi Klotok Pakem. (kis)

 


Heboh Game Tiang Listrik, Begini Cara Mainya

Kabar Gembira Pengguna Instagram, Kini Story Instagram Bisa Dilihat Melalui PC

Baru, Garuda Buka Rute Penerbangan Langsung Jakarta-London