Foto : Aksi Moral Dukungan Terhadap Palestina

Indonesia Dapat Jadi Inisiator di PBB Keluarkan Resolusi Soal Yerusalem

rhr | Senin , 11 Desember 2017 - 13:32 WIB

Publicapos.com - Anggota Komisi I DPR, Charles Honoris, meminta pemerintah Indonesia menjadi inisiator untuk menekan Amerika Serikat setelah Presiden AS Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

"Melalui forum PBB, Indonesia dapat menjadi inisiator agar Sidang Umum PBB bisa mengeluarkan resolusi yang memberikan penekanan pada resolusi-resolusi sebelumnya dan menolak pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel," kata Charles, Minggu (10/12/2017).

Ia menyebutkan, Sidang Umum PBB sebenarnya sudah pernah menerbitkan Resolusi 181 Tahun 1947. Resolusi tersebut memandatkan berdirinya sebuah negara Arab dan sebuah negara Yahudi yang berdaulat di tanah Palestina yang dahulu dikuasai Inggris.

"Sampai saat ini kedua resolusi tersebut masih belum direalisasikan," kata politikus PDI-P tersebut.

Dengan kondisi AS yang tidak lagi bisa diharapkan untuk menjadi mediator imparsial, harapan berikutnya hanya tersisa melalui forum PBB.

"Amerika Serikat sudah kehilangan kredibilitas sebagai honest broker antara Israel dan Palestina. Donald Trump sudah merusak seluruh upaya negosiasi perdamaian yang dikerjakan oleh presiden-presiden AS sebelumnya," ujarnya.

Ia menambahkan, banyak pihak yang kesulitan memahami apa yang dipikirkan oleh Trump ketika menyampaikan kebijakan tersebut. Dia menyebut langkah Trump itu hanya untuk kepentingan golongan semata, terutama pihak sponsornya.

"Tidak mudah untuk bisa mengerti isi kepala orang yang memiliki gangguan kejiwaan. Analisis termudah adalah bahwa kebijakan tersebut diambil Trump untuk menyenangkan basis pemilih dan donatur besarnya pada pemilu lalu yang sangat pro-Israel," kata Charles.

Sebagai anggota komisi yang membidangi hubungan internasional di parlemen, Charles juga mengapresiasi langkah Menlu Retno Marsudi yang berperan aktif menentang kebijakan Trump soal Yerusalem.
 


Soal Sikap AS Terhadap Yerussalem, Menag: Kebijakan Itu Usik Kedamaian Dunia

ASEAN Sepakati Tangani Perdagangan Manusia di Kawasan Asia Tenggara

Pamer Kaki Berbulu di Medsos, Model Cantik Ini Diancam Diperkosa