Foto : Guru Besar Sejarah dan Peradaban Islam UIN Syarif Hidayatullah Azyumardi Azra

Soal Pendidikan Agama, Azra Minta Kemenag Awasi Pesantren Wahabi Salafi

rhr | Senin , 18 Desember 2017 - 14:10 WIB

Publicapos.com - Pemerintah terus berupaya memperkuat pendidikan agama di wilayah Indonesia. Hal ini perlu karena lembaga pendidikan agama memiliki peran dalam menjaga identitas Islam Indonesia yang moderat dan toleran.

Demikian penjelasan Guru Besar Sejarah dan Peradaban Islam UIN Syarif Hidayatullah Azyumardi Azra, dalam acara "Violent Extremisme & Religious Education in Southeast Asia" di Hotel Oriental Mandarin, Jakarta, Selasa (12/12).

Ia mengatakan, pemerintah dan ormas Islam memiliki peranan penting dalam memperkuat pendidikan agama di Indonesia. Menurutnya, NU, Muhammadiyah dan Ormas lain terkenal dengan ribuan pesantren bisa mengembangkan sistem lembaga pendidikan agama berbasis kurikulum nasional.  

"Organisasi Islam terbesar dan tertua seperti MUI, NU, dan ormas Islam lainnya memainkan peran terbesar dalam pendidikan agama di Indonesia. Tentu Kementerian Pendidikan dan Agama turut membantu membuat kebijakan pendidikan agama," ujar Azra.

Kendati demikian, mantan rektor UIN Syarif Hidayatullah menyoroti minimnya pengetahuan para pengajar pendidikan agama. Saat ini, menurutnya, sudah banyak para pengajar terpengaruh paham radikalsime Islam.

"Inilah yang menyebarkan paham satu perspektif saja, soal politik, soal ekonomi tidak paham sehingga dengan mudah menerima paham mengenai negara Islam," ungkap Azyumardi .

Untuk itu, Azyumardi meminta, pemerintah dengan tegas melakukan pengawasan secara cermat terhadap pesantren Wahabi Salafi. Sekaligus memberikan pengetahuan secara menyeluruh kepada para pengajar bahwa Islam tidak bertentangan dengan kebangsaan.

"Kementerian Agama bisa mengawasi lembaga yang punya hidden kurikulum (ini biasanya diterapkan habis ashar menjelang magrib, dari magrib ke Isya atau Subuh, nah itu yang perlu diawasi, kitab dan ide apa saja diajarkan oleh para gurunya," tegasnya.