Foto : Presiden RI Joko Widodo Bersama Cak Imin Meresmikan Kereta Api Cepat Bandara Soekarno-Hatta

Pengamat: Dalam Pendekatan Semiotika Politik, Jokowi Ingin Didampingi Cak Imin

rhr | Rabu , 03 Januari 2018 - 16:15 WIB

Publicapos.com - Pengamat komunikasi politik dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Dr. Anang Anas Azhar, MA menilai, grafik pencitraan politik yang dilakukan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sedang "naik daun" dan patut diperhitungkan, pasca Presiden Joko Widodo mengajak Cak Imin menghadiri peresmian kereta api cepat Bandara Soekarno-Hatta.

"Kehadiran Cak Imin ketika ikut peresmian kereta api itu, merupakan sinyal positif yang bagus. Pencitraan politik yang dibangun Cak Imim membuktikan, bahwa Cak Imin patut diperhitungkan menjadi cawapresnya Jokowi pada pilpres 2019," kata Anang Anas Azhar, di Medan, Rabu (3/1/18).

Kehadiran Cak Imin di acara itu menurut Anang yang merupakan mantan Ketua DPD Pemuda Muhammadiah Sumut tersebut, menampilkan banyak makna yang terserlubung terutama dalam pendekatan komunikasi politik. Secara tersirat, Anang menjelaskan Cak Imin dimata Joko Widodo bersih dan ingin merangkul Cak Imin.

"Ini test politik saja saya kira, kenapa saat dalam bus Cak Imin berdampingan langsung. Dalam pendekatan semiotika politik, Jokowi itu ingin didampingi Cak Imin. Nah, presiden melakukan tes dipublik untuk melihat apa reaksi publik," kata Anang.

Dosen pascasarjana UINSU dan UMSU ini menegaskan, pengaruh figur publik tidak terlepas dari kepiawaian aktor politik dalam menampilkan citra diri. Citra diri yang ditampilkan Cak Imin sesungguhnya ingin melihat reaksi publik saja. Sebab, citra politik yang baik lambat laun akan mempengaruhi pandangan publik untuk pemilihan umum nanti.

"Citra politik mampu mempengaruhi pandangan politik seseorang, karena pencitraan bertujuan untuk membentuk opini publik, sehingga masyarakat memandang positif partai atau politisi yang sedang mengikuti kontestasi politik. Nah, saya melihat Cak Imin sudah masuk dalam ranah pencitraan politik yang baik. Meski publik meresponnya sangat bervariasi," kata Anang.

Anang berpendapat, jika respon publik terhadap Cak Imin kuat, sangat dimungkinkan Jokowi akan meminta Cak Imin mendampingi. Meski pilpres masih lama, namun citra politik untuk membangun opini publik dibutuhkan guna menjaga kestabilitan politik hingga elektabilitas Cak Imin terdongkrak secara bertahap. (rhr)


Jokowi Ingatkan Masyarakat Tidak Terpecah Belah Karena Pilihan Politik

Cak Imin Dideklarasikan Sebagai Cawapres

PRO-1 Deklarasikan Cak Imin dan AHY sebagai Pemimpin 'Zaman Now'