Foto : Kuda jenis sandalwood yang dititipkan KPK di Istana Bogor. (detikcom)

Jadi Milik Negara, KPK Titip Kuda Sandelwood Hadiah di Istana Bogor

Ind | Senin , 12 Maret 2018 - 16:28 WIB

 
Publicapos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menitipkan dua ekor kuda yang telah menjadi milik negara di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Kedua ekor kuda tersebut merupakan pemberian masyarakat Sumba untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan telah dilaporkan ke KPK.
 
"Jadi bulan Juli Pak Presiden itu telah menerima pemberian dua ekor kuda di Sumba dan dilaporkan ke KPK, dan pada 11 Oktober telah oleh KPK dan oleh DJKN menjadi barang milik negara," kata Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin di Kompleks Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (12/3).
 
Kuda milik negara tersebut berjenis kuda sandelwood. KPK sendiri telah menetapkan status kuda tersebut menjadi milik negara dengan Surat Keputusan KPK yang dikeluarkan tanggal 11 Oktober 2017.
 
Dirjen Gratifikasi KPK, Giri Suprabdiono mengatakan, karena tak memiliki fasilitas untuk memelihara kuda, maka pihaknya dan Dirjen Kekayaan Negara Kementerian Keuangan menitipkan kuda-kuda tersebut di Istana Bogor. 
 
"Jadi kita memang butuh waktu, jadi ini binatang hidup kemudian KPK belum punya fasilitas untuk bisa mengelola barang semacam ini. Maka sementara kita titipkan di Istana Negara," ujar dia.
 
Giri pun mengapresiasi langkah Presiden yang melaporkan pemberian dua ekor kuda tersebut kepada KPK. Seperti dilansir Republika.co, Giri menyebut langkah Presiden dapat menjadi pembelajaran bagi pejabat lainnya bahwa pelaporan gratifikasi tidak hanya dilakukan dalam bentuk barang mati, namun juga benda hidup. "Itu kemudian kami sangat mengapresiasi karena Presiden memberikan keteladanan yang luar biasa," tambahnya.
 
Selain kuda, Presiden juga melaporkan barang-barang pemberian lainnya kepada KPK dalam kurun waktu dari 2017 hingga sekarang. Menurut Giri, terdapat sebanyak enam box barang pemberian kepada Jokowi dengan nilai sekitar Rp58 miliar.
 
Ia menambahkan, Presiden pun juga sempat mendapatkan penghargaan sebagai pelapor gratifikasi dengan nilai terbesar pada akhir tahun kemarin saat Hari Anti-Korupsi Dunia. "Barang-barangnya cukup banyak, yang bisa sampaikan adalah ada sekitar enam box yang lumayan besar juga. Cuma memang ada permintaan agar pemberi dll untuk tidak dipublikasikan. Namun demikian nilai bisa saya sampaikan sekitar Rp58 miliar," kata Giri.


Bupati Bandung Barat Abu Bakar Dijebloskan ke Rutan Guntur

KPK akan Pelajari Putusan Praperadilan Terkait Kasus korupsi Bank Century

Kapolda NTB Terpilih Jadi Deputi Penindakan KPK

Terima Suap 300 hingga 350 Juta, 38 Anggota DPRD Sumut Resmi Jadi Tersangka Korupsi