Foto : Enggartiasto Lukita mendorong diversifikasi produk ekspor, khususnya produk berbasis desain yang bernilai tambah dan mampu bersaing secara global melalui pusat pengembangan desain benama Indonesa Design Development Center (IDDC)

Mendag Dorong Produk Berbasis Desain Melalui IDDC

mufid | Jumat , 30 September 2016 - 07:36 WIB

Publicapos.com - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mendorong diversifikasi produk ekspor, khususnya produk berbasis desain yang bernilai tambah dan mampu bersaing secara global melalui pusat pengembangan desain benama Indonesa Design Development Center (IDDC).
 
"IDDC ini mempunyai makna strategis, yakni menjadi pusat inovasi yang terbukti di banyak negara menjadi ujung tombak persainagn global. Produk yang baik belum tentu diserap pasar jika desainnya tidak mengikuti tren pasar," kata Menteri Enggar pada peresmian IDDC di Balai Besar  dan Pelatihan Ekspor Indonesia, Jakarta, Kamis(29/9).
 
Enggar mengatakan desain menjadi elemen penting dalam menghadirkan pengalaman bagi konsumen dan tentunya menjadi nilai tambah terhadap suatu produk jika selama pembuatan selalu diawali dengan desain yang mengikuti tren pasar.
 
Menurut dia, masyarakat masih terpaku dengan desainer mancanegara yang sudah memiliki "branding". Oleh karena itu, IDDC menjadi sarana yang memberi ruang kreativitas seluasnya kepada para desainer muda Indonesia.
 
"Industri besar dapat memanfaatkan desainer lokal dalam penciptaan produk. Dengan demikian, akan banyak desainer lokal yang andal dan mengangkat Indonesia sebagai negara yang mampu menghasilkan produk dengan kualitas dan desain yang baik," ujar Enggar.
 
Adapun IDDC diinisiasi oleh Menteri Perdagangan sebelumnya, Rachmat Gobel sejak 2014 bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian, usaha kecil dan menengah (UKM) serta sejumlah asosiasi desainer dan pelaku usaha.
 
IDDC dibangun di area seluas 1.000m2 dan berlokasi di Gedung Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (BBPPEI).
 
IDDC memiliki sejumlah fasilitas, antara lain pustaka desain yang membantu pelaku usaha emnapatkan referensi perkembangan desain dunia, kemudian fasilitas "co-work space" yang dapat digunakan untuk seminar atau lokakarya.
 
Selain itu, ada juga fasilitas Klinik Desain sebagai program andalan IDDC yang membantu pelaku usaha bertemu dan berkonsultasi tentang peningkatan nilai tambah serta daya saing produk melalui pengembangan desain. Klinik Desain juga ditunjang oleh studio foto, "laser cutter" dan "3D printer".
 
Kemendag berharap kolaborasi antara desainer dan pelaku usaha dapat dimanfaatkan bagi pengembangan sektor perdagangan di skala domestik dan global.
 
Pada Trade Expo Indonesia ke-31 yang diselenggarakan pada 12-16 Oktober 2016, Kemendag juga akan menghadirkan zona IDDC yang memamerkan produk karya UKM terpilih melalui fasilitas pendampingan desain (Design Dispatch Service/DDS).


JK Angkat Bicara Soal Calon Wakil Presiden, Begini Pendapatnya

Balai Kerajinan dan Batik Yogyakarta, Menperin: Kami Dorong IKM Kembangkan Batik Tulis

Survei Populi Center, Kemenpora Urutan 5 Dari 10 Kementerian Berprestasi

Kesuksesan Asian Games, Puan: Sesuai Perpres 95/2017, Semua Pihak Harus Bersinergis