Foto : Istimewa

Islah Suporter, Mengapa Tiga Suporter Besar Indonesia Tidak Hadir?

mmd | Jumat , 04 Agustus 2017 - 02:00 WIB

PublicaPos.com. Publik penggemar sepakbola di Indonesia saat ini sedang gegap gempita menyuarakan olahraga damai, indah, dan sejuk, para suporter komitmen untuk saling menghargai, membangun kebersamaan dan persatuan, serta menghindari yel-yel yang bersifat rasial.   
 
Hal ini terlihat dari pertemuan mereka pada acara jumpa suporter di Wisma Menpora, Jl Gerbang Pemuda No 3, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (3/8/2017) siang kemarin. Dalam kegiatan itu, ratusan suporter sepakat untuk tidak bermusuhan apalagi tauran.
 
Acara jumpa suporter ini disambut hangat oleh suporter Indonesia yang datang pada moment tersebut, di antaranya, Suporter Sriwijaya, Persiba Balikpapan, PS TNI, Mitra Kunkar, Persis Solo, PSIS Semarang, Semen Padang, Arema Malang, dan PSM Makassar.
 
Islah suporter ini sudah lama dinantikan publik, dan tentunya akan berefek positif pada persepakbolaan Indonesia di mata dunia. Islah ini merupakan inisiasi dari Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dan menjadi momentum sejarah dalam olahraga nasional.
 
Namun, cukup disayangkan, temu suporter ini baru digelar setelah meninggalnya salah satu suporter bernama Ricko Andrean Maulana pada saat pertandingan antara Persib vs Persija beberapa waktu lalu. Kejadian naas itu diduga akibat kesalahfahaman antarsuporter. 
 
Diketahui, tiga suporter besar Indonesia tidak hadir pada kegiatan bersejarah tersebut, seperti supoter Persija, Persib dan Persibaya, dengan alasan mereka sudah pernah melakukan acara yang sama.
 
Seperti yang tertulis dalam surat Ketua Umum The Jakmania Ferry Indrasjarief yang menjelaskan alasan ketidakhadiran The Jakmania, karena mereka ingin memperbaiki pada level akar rumput terlebih dahulu.
 
Walau demikian, pertemuan antarsuporter ini diharapkan dapat meminimalisir konflik antar suporter, dan hal ini juga menjadi kesempatan bagi para suporter untuk menyampaikan harapannya terkait persepakbolaan nasional.