Foto : Skandal pelecehan seks Hollywood yang melibatkan produser Harvey Weinstein. (metro.uk)

Skandal Pelecehan Seksual Aktris Hollywood: Angelina Jolie, Ashley Judd dan Gwyneth Paltrow Jadi Korban

Ind | Rabu , 11 Oktober 2017 - 12:42 WIB

Publicapos.com- Hollywood digemparkan dengan pemberitaan New York Times terkait skandal pelecehan seksual yang dilakukan produser film ternama, Harvey Weinstein. New York Times melaporkan, Weinstein melakukan tindakan cabulnya kepada sejumlah wanita, termasuk para aktris Hollywood selama tiga dekade.

Sebuah investigasi yang dilakukan New York Times menemukan tuduhan yang ditujukan kepada Weinstein itu didokumentasikan lewat sejumlah wawancara dengan bekas pegawai maupun yang masih bekerja, dan pekerja di industri perfilman, serta rekaman hukum, email dan dokumen internal dari bisnis yang dijalankan Weinstein, Miramax dan Weinstein Company.

Dalam jangka waktu itu, setelah dikonfrontasi dengan tuduhan, termasuk pelecehan seksual dan kontak fisik yang tak diinginkan, Weinstein telah mencapai setidaknya delapan kesepakatan `damai` dengan para wanita itu, menurut dua staf yang tak mau disebutkan namanya.

Di antara delapan wanita itu, New York Times menemukan nama, seorang asisten di New York pada 1990, seorang aktris di 1997, seorang asisten di London pada 1998, seorang model asal Italia pada 2015 dan O’Connor beberapa waktu setelahnya, menurut rekaman dan orang-orang yang familiar dengan kesepakatan itu.

Pengakuan Aktris yang Jadi Korban
New York Times dalam laporannya memaparkan, aktris Ashley Judd juga pernah jadi korban pada dua dekade lalu. Weinstein mengundang Judd ke Peninsula Beverly Hills Hotel untuk apa yang dikira Judd sebagai rapat bisnis sekaligus sarapan.

Namun, alih-alih sarapan, Weinstein menyuruhnya langsung ke kamarnya, di mana dia muncul dengan mengenakan jubah mandi dan bertanya apakah dia bisa memijat Judd atau membiarkan Judd menonton dia yang sedang mandi. "Bagaimana saya bisa pergi dari kamar itu secepat mungkin tanpa mengasingkan Harvey Weinstein?" ujar Judd.

Tak hanya Judd, belakangan Angelina Jolie juga mengaku pernah jadi korban Weinstein. Dalam laporan New York Times terbaru, Jolie mengungkap bahwa dirinya pernah diminta Weinstein untuk melakukan hal yang tidak menyenangkan di sebuah kamar hotel ketika film Playing By Heart dirilis di akhir 90an.

"Saya memiliki sebuah pengalaman buruk dengan Harvey Weinstein di masa muda saya, dan sebagai hasilnya, saya memilih untuk tidak pernah lagi bekerja dengannya dan memperingatkan yang lain jika mereka [ingin] melakukannya (bekerjasama dengan Weinstein). Tindakan seperti ini kepada wanita di bidang apapun, di negara manapun, adalah tidak dapat diterima," ungkap bintang Maleficent itu.

Bukan hanya Jolie yang menyuarakan pengalaman buruknya soal Weinstein. Gwyneth Paltrow juga mengaku pernah bertindak tak senonoh kepadanya ketika aktris beken itu berusia 22 tahun.

Peristiwa terjadi saat syuting fim Emma, Paltrow mengklaim bahwa Weinstein mengundangnya ke kamar hotel mewahnya. Weinstein lalu meletakkan tangannya di tubuh Paltrow dan mengajaknya menuju ke ranjang untuk memberinya pijatan. "Saya saat itu masih muda, saya tandatangan (kontrak film Emma), saya ketakutan," ucap Paltrow.

Aktris Senior Kutuk Perilaku Cabul Wienstein
Setelah skandal tersebut terungkap, aktris ikonis Meryl Streep mengutuk tindakan cabul Weinstein tersebut. Streep memuji keberanian para wanita yang mengungkap aksi cabul itu ke media.

Dalam rilis yang dikirim Streep ke The Huffington Post, ia mengaku tidak mengetahui soal tuduhan-tuduhan yang ditujukan kepada Weinstein selama ini. Padahal Streep dan Weinstein pernah bekerjasama dalam beberapa film, termasuk The Iron Lady dan August: Osage County.

"Kabar memalukan tentang Harvey Weinstein telah menggemparkan mereka dari kami yang pekerjaannya ditangani dia, dan mereka yang kampanyenya didukung oleh dia. Wanita-wanita pemberani yang angkat suara untuk mengungkap pelecehan ini adalah pahlawan kita," ujar Streep.

"Satu hal bisa dijelaskan. Tidak semua orang tahu. Harvey mendukung pekerjaan secara keras, itu menjengkelkan namun sopan terhadap saya dalam hubungan pekerjaan kami, dan dengan orang lain yang bekerja dengannya secara profesional."

“Saya tidak tahu tentang tuduhan lain ini: Saya tidak tahu tentang kesepakatan finansial dengan para aktris dan kolega, saya tidak tahu tentang dia melakukan rapat di dalam kamar hotelnya, di kamar mandinya, dan tindakan lain yang tak sepantasnya dan memaksa

"Tindakan ini tidak bisa dimaafkan, namun penyalahgunaan kekuasaan sudah biasa. Setiap suara berani yang diutarakan, didengar dan diakui oleh media pengawas kita akan benar-benar mengubah permainan," demikian Merryl Streep.

Kutukan atas tindakan cabul Weinstein membuatnya dibanjiri kecaman dari tokoh dan bintang kelas atas seperti Jennifer Lawrence, Meryl Streep, Kate Winslet, George Clooney, Angelina Jolie, dan Judi Dench, bahkan mantan pesiden Barack Obama mengaku jijik mengetahui apa yang selama ini dilakukan Weinstein.

Weinstein Dipecat, Ambil Jalur Hukum Pengacara Malah Mundur
Usai pengakuan para aktris tersebut, Weinstein sendiri akhirnya dipecat oleh dewan direksi perusahaannya. Pernyataan dikeluarkan pada hari Minggu (8/10) oleh Robert Weinstein, Lance Maerov, Richard Koenigsberg dan Tarak Ben Ammar. "Mengingat informasi baru berkaitan dengan prilakunya. Mereka telah memecat Weinstein sesegera mungkin."

Weinstein sendiri juga sudah diberitahu kabar pemecatan tersebut. Pria berusia 65 tahun tersebut meminta maaf dan mengungkapkan rencananya untuk mengambil cuti. "Cara saya berperilaku terhadap rekan-rekan kerja di masa lalu telah menyebabkan sakit hati, dan saya dengan tulus meminta maaf atas semua itu," kata Weinstein.

Namun, kemudian dia membantah laporan tersebut, dan mengatakan dia telah mencapai kesepakatan, setidaknya dengan dengan delapan perempuan. Ia mengancam akan mengambil tindakan hukum terhadap surat kabar itu.

Pekan lalu pengacara Weinstein, Lisa Bloom, mengatakan bahwa dia membantah berbagai tudingan yang memojokkannya yang disebutnya merupakan tiudingan-tudingan yang sepenuhnya salah. Namun anehnya, pada hari Sabtu lalu, Bloom mengatakan dalam sebuah cuitannya bahwa dia tidak lagi menjadi penasihat hukum Weinstein.

"Saya telah mengundurkan diri sebagai penasihat hukum Harvey Weinstein. Pemahaman saya adalah bahwa Weinstein dan dewan direksi tengah mengambil langkah untuk membuat sebuah kesepakatan," demikian bunyi cuitan Bloom.
 


Skandal Pelecehan Seks Hollywood: Aktris Ini Mengaku Diperkosa Weinstein

Kritik Harvey Weistein, Ben Affleck Malah Diingatkan Pelecehan Seks Terhadap Hilarie Burton

Rilis Single `Save It Til Morning`, Fergie Belum Move On Usai Bercerai